Wednesday, September 30, 2015

Bahaya diabetes serang Gen Y



JANGAN kerana terlalu yakin usia masih muda hingga kita terlepas pandang menjalani pemeriksaan kesihatan dan memandang remeh tentang penjagaan tersebut.

.com percaya ramai dalam kalangan generasi Y tidak mengambil kisah perihal kesihatan. Ubah persepsi itu kerana bukan semua andaian kamu itu benar.

Bukan fenomena luar biasa jika anak muda tidak peka perihal kesihatan diri kecuali jika ia melibatkan penyakit berjangkit yang disebabkan wabak menular.

Ramai menyangka penyakit diabetes hanya dapat dikesan dan dihidapi orang dewasa ataupun individu gemuk serta tidak aktif bersukan.

Sebenarnya, andaian ini tidak boleh dipandang ringan kerana penyakit diabetes dikategorikan sebagai salah satu penyakit kronik paling kerap dihidapi kanak-kanak dan anak muda.

Terkejut?. Ya... golongan muda seperti kamu juga tidak terlepas daripada risiko penyakit diabetis. Ini kerana pada zaman moden, penyakit itu tidak pernah mengenal usia untuk menyerang. Apatah lagi gaya hidup dan corak pemakanan generasi muda hari ini lebih banyak menjurus kepada dijangkiti penyakit tersebut.

Malah difahamkan, diabetes boleh menyerang sesiapa sahaja tanpa mengira usia termasuk bayi dan anak kecil yang baru bertatih.

Tahukah kamu, laporan daripada Kaji Selidik Kesihatan dan Morbiditi Nasional (NHMS) mendapati lebih 2.6 juta rakyat Malaysia mengidap penyakit diabetis pada tahun 2011. Jumlah itu merupakan suatu angka yang amat mengejutkan dan dibimbangi akan meningkat saban tahun.

Menurut Pengarah Bahagian Pemakanan Kementerian Kesihatan, Rokiah Don berkata, kegagalan rakyat Malaysia mengawal pemakanan walaupun menyedari ia menjadi punca pelbagai penyakit tidak berjangkit (NCD), menyebabkan semakin ramai daripada mereka menghidap diabetes.

Peratusan rakyat Malaysia yang menghidap diabetes, satu daripada NCD, meningkat setiap tahun hingga membimbangkan Kementerian Kesihatan.

“Statistik NHMS mendapati bilangan pesakit diabetes berumur 18 tahun dan ke atas meningkat kepada 31 peratus tahun ini berbanding 15.2 peratus pada 2011.

“Kami bimbang kerana semakin ramai orang muda menghidap diabetes sedangkan penyakit NCD ini dahulunya hanya dihidapi mereka yang lebih tua,” katanya semasa berucap pada seminar ‘Kesihatan dan Nutrisi: Penambahbaikan ialah Usaha Bersama’ anjuran Kumpulan Pengilang Makanan Malaysia dalam Persekutuan Pengilang-pengilang Malaysia (FMM-MAFMAG) baru-baru ini. – DHIYA’ZULHILMI DAUD

- See more at: http://www.utusan.com.my/gaya-hidup/kesihatan/bahaya-diabetes-serang-gen-y-1.140070#sthash.XNAhx3nU.dpuf

Hampir Seminggu Jenazah Masih di Dalam Kontainer

Korban berjatuhan dalam insiden Mina. 
MINA, BPOST - Meninggal secara tragis dan mendapat perlakuan yang menyesakkan dada. Itulah yang dialami ribuan haji yang meninggal dalam Tragedi Mina, di Arab Saudi.

Betapa tidak, jenazah-jenazah mereka hingga hampir seminggu pascakejadian itu belum bisa dimakamkan, bahkan masih ditumpuk-ditumpuk di dalam lima kontainer.

Alasannya, proses identifikasi masih dilakukan.

Tuesday, September 29, 2015

Bayam Duri

Bayam Duri(Amaranthus Spinousus, Linn.)
Uraian :
Bayam duri (amaranthus spinousus) termasuk jenis tanaman amaranth.Tumbuhan ini mempunyai batang lunak atau basah, tingginya dapat mencapai 1 meter. Sebagai tanda khas dari tumbuhan bayam duri yaitu pada pohon batang, tepatnya di pangkal tangkai daun terdapat duri, sehingga orang mengenal sebagai bayam duri.Bentuk daunnya menyerupai belahan ketupat dan berwarna hijau. Bunganya berbentuk bunga bongkol, berwarna hijau muda atau kuning. Bayam duri banyak tumbuh secara liar di pekarangan rumah, ladang atau di jalan-jalan kampung. Bayam duri tumbuh baik di tempat-tempat yang cukup sinar matahari dengan suhu udara antara 25 - 35 Celcius.

Nama Lokal :
Bayem eri, bayem raja, bayem roda, bayem cikron (Jawa); Senggang cucuk (Sunda), Bayam keruai (Lampung); Ternyak duri, ternyak lakek (Madura), Podo maduri (Bugis); Thorny amaranthus (Inggris), Bayam Duri (Indonesia);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kencing Nanah, Kencing tidak lancar, Bronkhitis, Produksi ASI; Tambah Darah, Eksim, Bisul, Demam;

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Bayam duri mengandung amarantin, rutin, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, garam fosfat, zat besi, serta Vitamin (A, C, K dan piridoksin=B6).

Turi Merah

Turi
(Sesbania grandiflora (L.) Pers.)
Uraian :
Turi umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di tepi jalan sebagai pohon pelindung, atau ditanam sebagai tanaman pembatas pekarangan. Tanaman ini dapat ditemukan di bawah 1.200 m dpl. Pohon 'kurus' berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerapkali menggantung.

 Kulit luar berwarna kelabu hingga kecoklatan, tidak rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan gabus mudah terkelupas. Di bagian dalam berair dan sedikit berlendir. Percabangan baru keluar setelah tinggi tanaman sekitar 5 m. Berdaun majemuk yang letaknya tersebar, dengan daun penumpu yang panjangnya 0,5-1 cm. Panjang daun 20-30 cm, menyirip genap, dengan 20-40 pasang anak daun yang bertangkai pendek. Helaian anak daun berbentuk jorong memanjang, tepi rata, panjang 3-4 cm, lebar 0,8-1,5 cm. Bunganya besar dalam tandan yang keluar dari ketiak daun, letaknya menggantung dengan 2-4 bunga yang bertangkai, kuncupnya berbentuk sabit, panjangnya 7-9 cm. Bila mekar, bunganya berbentuk kupu-kupu.

 Ada 2 varietas, yang berbunga putih dan berbunga merah. Buah bentuk polong yang menggantung, berbentuk pita dengan sekat antara, panjang 20-55 cm, lebar 7-8 mm. Biji 15-50, letak melintang di dalam polong. Akarnya berbintil-bintil, berisi bakteri yang dapat memanfaatkan nitrogen, sehingga bisa menyuburkan tanah. 

Daun, bunga dan polong muda dapat dimakan sebagai sayur atau dipecel. Daun muda setelah dikukus kadang dimakan oleh ibu yang sedang menyusui anaknya untuk menambah produksi asi, walaupun baunya tidak enak dan berlendir. Bunganya gurih dan manis, biasanya bunga berwarna putih yang dikukus dan dimakan sebagai pecel. Daun dan ranting muda juga merupakan makanan ternak yang kaya protein. Turi juga dipakai sebagai pupuk hijau.

Daunnya mengandung saponin sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian. Sari kulit batang pohon turi digunakan untuk menguatkan dan mewarnai jala ikan. Kulit batang turi merah kadang dijual dengan nama kayu timor. 

Turi berbunga merah lebih banyak dipakai dalam pengobatan, karena memang lebih berkhasiat. Mungkin kadar taninnya lebih tinggi, sehingga lebih manjur untuk pengobatan luka ataupun disentri. Perbanyakan dengan biji atau stek batang.

Nama Lokal :
Turi, toroy, (Jawa). turi (Sumatera). tuli, turi, turing, ulingalo,; suri, gongo gua, kaju jawa (Sulawesi). tuwi, palawu, kalala; gala-gala, tanumu, ghunga, ngganggala (Nusa tenggara);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sariawan, disentri, diare, scabies, cacar air, keseleo, terpukul, ; Keputihan, batuk, beri-beri, sakit kepala, radang tenggorokan; Demam nifas, produksi ASI, hidung berlendir, batuk, rematik, luka;
Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Kulit batang, bunga, daun, akar.

KEGUNAAN:
Kulit batang (terutama bagian pangkalnya):
- Sariawan
- Disentri, diare
- Scabies
- Cacar air
- Demam dengan erupsi kulit

Daun:
- Keseleo
- Memar akibat terpukul (hematoma)
- Luka
- Keputihan (fluor albus)
- Batuk
- Hidung berlendir, sakit kepala
- Memperbanyak produksi ASI
- Beri-beri
- Demam nifas
- Radang tenggorokan

Bunga:
- Memperbanyak dan memperlancar pengeluaran ASI
- Hidung berlendir

Akar:
- Pegal linu (rheumatism)
- Batuk berdahak

PEMAKAIAN :
Untuk minum: Kulit batang turi merah bagian pangkal sebesar ibu jari direbus.
Pemakaian luar : Kulit batang secukupnya ditumbuk halus, untuk pemakaian setempat seperti scabies. Daun segar setelah ditumbuk halus, diikatkan pada bagian tubuh yang memar atau keseleo.

CARA PEMAKAIAN:
1. Sariawan
a. Kulit batang segar secukupnya diremas-remas dalam air, untuk
kumur-kumur. Lakukan 3 kali sehari.
b. Kulit batang sebesar ibu jari direbus, minum. Lakukan beberapa
kali.

2. Sariawan, sakit tenggorokan :
Daun secukupnya dicuci bersih lalu diremas-remas dalam air matang.
Digunakan untuk kumur-kumur pada tenggorokan (gargle).

3. Radang tenggorokan :
Segenggam daun turi merah direbus dengan air bersih secukupnya.
Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur. Lakukan
kumur-kumur sebanyak 4 kali sehari.

4. Disentri berak darah:
Kulit batang sebesar ibu jari dari pohon turi yang bunganya merah
direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, setelah
dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.

5. Kuku jari bengkak akibat tersandung atau terpukul:
Daun secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Taruh diatas
kuku yang sakit dan kulit sekitarnya, lalu dibalut. Ganti 2-3 kali
sehari. Bekukan darah dibawah kuku akan hilang dan sakitnya akan
berkurang.

6. Keputihan:
Segenggam daun turi putih dan kunyit sebesar ibu jari dicuci bersih
lalu digiling halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum, diaduk merata
lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

7. Batuk:
Daun turi merah dan daun inggu masing-masing 1 genggam dicuci
lalu ditumbuk halus, tambahkan air perasan sebuah jeruk pecel.
Aduk merata, lalu diperas dan disaring, minum.

8. Batuk berdahak:
Akar turi sebesar jari telunjuk dicuci bersih lalu digiling halus,
tambahkan 1/2 cangkir air masak dan 1 sendok madu. Aduk sampai
merata, lalu diperas dan disaring dengan sepotong kain. Minum.

9. Penambah ASI:
a. Daun turi yang masih muda dikukus, dimakan sebagai lalab
matang.
b. Bunga dari turi putih dimasak, makan.

10. Pegal linu:
Akar dari pohon turi berbunga merah secukupnya digiling halus,
tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur.
Gosokkan kebagian badan yang sakit.

11. Cacar air, demam dengan erupsi kulit:
Kulit batang sebesar ibu jari direbus dengan air secukupnya.
Setelah dingin disaring, minum.

12. Hidung berlendir, sakit kepala:
Segenggam daun dan bunga digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir
air masak. Aduk merata, lalu diperas dan disaring. Minum.

13. Demam nifas:
Daun turi 1/3 genggam dicuci bersih lalu digiling sampai halus.
Tambahkan 3/4 cangkir air minum dan sedikit garam. Diperas dan disaring, lalu diminum

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Bunga: Pelembut kulit, pencahar, penyejuk. Kulit batang: Mengurangi rasa sakit (analgetik), penurun panas (anti piretik), pencahar, pengelat (astringen), perangsang muntah, tonik. Daun: Mencairkan gumpalan darah, menghilangkan sakit, pencahar ringan, peluruh kencing (diuretik). KANDUNGAN KIMIA: Kulit batang: Tanin, egatin, zantoagetin, basorin, resin, calsium oksalat, sulfur, peroksidase, zat warna. Daun: Saponin, tanin, glikoside, peroksidase, vitamin A dan B. Bunga: Kalsium, zat besi, zat gula, vitamin A dan B

Monday, September 28, 2015

PATIKAN KERBAU


Patikan Kerbau

Patikan Kerbau
(Euphorbia hirta, Linn.)

Uraian :
Patikan kerbau (Euphorbia hirta) merupakan suatu tumbuhan liar yang banyak ditemukan di daerah kawasan tropis. Di Indonesia tumbuhan Patikan kerbau dapat ditemukan diantara rerumputan tepi jalan, sungai, kebun-kebun atau tanah pekarangan rumah yang tidak terurus. Biasanya patikan kerbau ini hidup jadi satu dengan Patikan Cina (Euphorbia Prostrata, Ait) pada ketinggian 1 - 1400 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan patikan kerbau mampu bertahan hidup selama 1 tahun dan berkembang biak melalui biji. Patikan kerbau mempunyai warna dominan kecoklatan dan bergetah. Banyak pohonya memiliki cabang dengan diameter ukuran kecil. Daun Patikan kerbau mepunyai bentuk bulat memanjang dengan taji-taji. Letak daun yang satu dengan yang lain berhadap-hadapan. Sedang bunganya muncul pada ketiak daun. Patikan kerbau hidupnya merambat (merayap) di tanah.

Nama Lokal :
Fei Yang Cao (Cina), Amanpat chaiarisi (India),; Gelang susu (Malaysia), Patikan Kerbau (Indonesia); Nanangkaan (Sunda), Patikan Kebo, Patikan Jawa (Jawa); Kak sekaan (Madura), Sosononga, Lobi-lobi (Halmahera);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Radang tenggorokan, Bronkhitis, Asma, Disentri, Radang perut; Diare, Kencing darah, Radang kelenjar susu, Payudara bengkak; Eksim;

Pemanfaatan :
1. Radang tenggorokan
Bahan: daun patikan kerbau secukupnya.
Cara membuat: diseduh dengan air panas secukupnya;
Cara menggunakan: disaring dan dipakai untuk kumur.

2. Bronkhitis
Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 1/2 botol Coca Cola;
Cara membuat: kedua Bahan tersebut direbus sampai mendidih;
Cara menggunakan: disaring dan diminum 3 kali sehari 1/2 cangkir.

3. Asma
Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau kering;
Cara membuat: direbus dengan 2-3 gelas air sampai mendidih;
Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari 1/2 gelas,
pagi dan sore.

4. Disentri, Radang perut, Diare dan Kencing darah
Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 1 potong gula batu;
Cara membuat: direbus bersama-sama dengan 3 gelas air sampai
mendidih;
Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan
sore.


5. Radang Kelenjar Susu atau Payu Dara Bengkak :
Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 2 sendok kedelai;
Cara membuat: kedua Bahan tersebut direbus dengan 3-5 gelas air
sampai mendidih;
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir.

Selain itu dibuat pula tapal untuk payu dara :
Bahan: daun patikan kerbau yang masih segar dan garam dapur
secukupnya;
Cara membuat: ditumbuk halus dan ditambah garam dapur
secukupnya, diaduk sampai merata;
Cara menggunakan: ditempel pada bagian payu dara yang sakit.

6. Eksim
Bahan: daun patikan kerbau secukupnya;
Cara membuat: direbus dengan air secukupnya;

Cara menggunakan: dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.

Friday, September 25, 2015

Khasiat Biji Rambutan untuk Kesihatan, Diabetes & Sakit Pinggang

Khasiat Biji Rambutan

Buah rambutan (nephelium lappaceum) merupakan tanaman tropis yang tergolong dalam suku Sapincia Ceap atau lerak-lerakan. Tanaman ini berasal dari kepulauan Asia Tenggara yang banyak ditanam sebagai pohon buah atau bisa kita temukan sebagai tumbuhan liar di luar jawa.

Rambutan memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, fosfor, besi, vitamin C dan kalsium. Kulit buahnya mengandung tannin dan saponin. Bijinya mengandung polifenol dan lemak, kulit batangnya mengandung tannin, flavonida, saponin, zat besi dan pectic substance. Sedangkan daun rambutan mengandung saponin dan tannin. Di dalam buah rambutan tersimpan khasiat sebagai obat yang tidak ternilai harganya. Menurut kajian pakar tanaman obat setiap 100 gram mengandung 69 kalori, 58 mg vitamin, dan 18,1 gram karbohidrat. Buah rambutan juga memiliki kadar serat yang cukup tinggi, sekitar 2 gram per 100gram berat buah. Dengan banyaknya kandungan di dalam rambutan, akan cocok bagi kesehatan dan bagi orang – orang yang tengah berdiet.

Manfaat Biji Rambutan

Manfaat Biji Rambutan
Biji buah rambutan dapat dijadikan sebagai obat kencing manis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli gizi, Pram Pramono, bahwa ekstrak methanol pada biji rambutan mengandung senyawa falvonoid dan fenolik. Ekstrak methanol tersebut mengandung senyawa yang terdiri dari 5 fenolik (flavonoid) dan 1 fenolik bukan flavonoid. Manfaat dari ekstrak methanol tersebut mempunyai aktivitas hipoglikemik jadi berpotensi membantu pasien yang mengidap diabetes. Selain itu biji rambutan juga dipercaya bisa mengobati sakit pinggang.

Cara Membuat Obat Herbal dari Biji Rambutan
Siapkan 5 biji rambutan dari buah yang matang.
Pisahkan biji dari daging buahnya, setelah itu silahkan dibersihkan.
Selanjutnya potong menjadi beberapa potongan kecil-kecil dan sangrai dengan api sedang
Setelah berubah warnanya menjadi kuning kecoklatan, matikan api kemudian tiriskan di dalam wadah, biarkan sampai dingin.
Selanjutnya blender atau tumbuk biji rambutan yang telah disangrai tersebut sampai mendapatkan tekstur yang lembut dan halus.
Setelah itu, sedu bubuk biji rambutan dengan air panas, biarkan seduhan tersebut dingin dan air terpisah dari ampasnya.
Minum seduhan tersebut 1-3 kali sehari, 30 menit sebelum makan. Dan apabila mengidap diabetes parah konsumsi lah setiap hari secara rutin.

Ternyata khasiat biji rambutan untuk diabetes dan sakit pinggang bisa dibuat sendiri dengan mudah ramuannya. Semoga membantu !